Selamat Datang di website kami. Berisi file-file terlengkap sedunia maya. Anda akan menyesal kalau tidak mampir ke sini. Ada kopi, download, dll. Semua boleh dan legal di sini

Rabu, 07 Juli 2010

Kupulan Ceramah Islam 2

Yang lama, yang kahot, yang booming di masanya. Kiyai kondang dan fenomenal, silakan pilih di sini...
Terima kasih kepada bang Mifka, mohon maaf ini saya copy seadanya. Dengan tujuan untuk koleksi pribadi, serta syiar bagi temen-temen kita yang memerlukan ceramah-ceramah ini.

Buya Hamka (1908-1981) lahir di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.
KH. A.F. Ghazali, da’i kondang yang sangat dicintai oleh umat. Dalam ceramahnya, KH. A.F. Ghazali lebih banyak menggunakan bahasa Sunda. Beliau selalu menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat, pandai dalam membuat analogi yang bisa dimengerti. Maret 2008 lalu sebuah buku unik berjudul The People`s Religion : The Sermons of A.F. Ghazali (Agama Rakyat: Ceramah-ceramah A.F. Ghazali) diluncurkan. Buku tersebut merupakan hasil transkripsi dari ceramah-ceramah sang dai yang selama ini terdokumentasikan dalam bentuk rekaman kaset. buku yang ditulis Julian P. Millie –peneliti dari Monash University Australia– memilih empat tema sebagai topik yang ditulis, “Ayat-ayat Allah”, “Ngabageakeun Muharam”, “Tobat”, dan “Tugas Risalah”. Hasilnya adalah satu format buku bilingual, bahasa Sunda dan bahasa Inggris.
jujun
KH. Jujun Junaedi adalah seorang da’i kondang asal Garut, Jawa Barat. Sejak usianya baru empat tahun, Jujun telah mulai menapaki karirnya sebagai seorang ‘Ajengan Cilik’. Bahkan cerita tentang lahirnya mubalig cilik, sempat menggegerkan tatar Pasundan. Sekitar tahun 1970-an, nama Jujun telah menarik perhatian umat Islam. Gebrakannya cukup berhasil. Sehingga pada waktu itu, banyak masyarakat yang membicarakan Jujun sebagai ‘anak ajaib’. Dakwah-dakwah KH. Jujun Junaedi yang unik  sangat digemari masyarakat, terutama orang Sunda. Ciri khas-nya tidak banyak dimiliki oleh kebanyakan mubalig lainnya. Selain ceramahnya yang selalu menggunakan media bahasa Sunda, Jujun pun sangat pandai membuat guyonan yang menyegarkan.
Zainuddin Muhammad Zein atau biasa dikenal sebagai KH Zainuddin MZ (lahir di Jakarta, 2 Maret 1951; umur 58 tahun) adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia.Pada masa kekuasaan dan pemerintahan Orde Baru, da’i kelahiran Betawi, 2 Maret 1951 ini da’wahnya menjadi menarik karena mampu menembus berbagai sektor, kalangan, dan golongan. Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu ummat, maka tak salah kalau pers menjulukinya ‘Da’i Berjuta Umat’. Namanya semakin semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga ke beberapa negara Asia.
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944; umur 65 tahun) adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. M.Quraish Shihab juga dikenal sebagai penulis dan penceramah yang handal. Berdasar pada latar belakang keilmuan yang kokoh yang ia tempuh melalui pendidikan formal serta ditopang oleh kemampuannya menyampaikan pendapat dan gagasan dengan bahasa yang sederhana, tetapi lugas, rasional, dan kecenderungan pemikiran yang moderat, ia tampil sebagai penceramah dan penulis yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.
Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, atau lebih dikenal dengan nama Kang Ibing, lahir di kota Sumedang, Jawa Barat, 20 Juni 1946.  Ia dikenal sebagai aktor yang membintangi beberapa film, salah satunya film Si Kabayan (1975). Kang Ibing juga dikenal sebagai pelawak yang tergabung dengan grup lawak De’Kabayan yang terdiri antara lain Aom Kusman dan Suryana Fatah. Dalam kesibukannya, Kang Ibing juga aktif memajukan kesenian Sunda. Selain main film dan melawak, Kang Ibing dikenal juga sering mengisi aktivitasnya dengan berdakwah. Dakwah Kang Ibing dengan menggunakan bahasa Sunda sangat disukai oleh masyarakat. Pribadi yang  akrab dan lucu Kang Ibing membuat ia dekat dan digemari masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar